Di tengah dunia modern yang kian kehilangan pusatnya Ren Gu non mengajukan sebuah kritik yang menembus permukaan sejarah dan menyentuh akar terdalam dari krisis peradaban Dalam buku ini Orient et Occident Timur dan Barat ia menunjukkan bahwa ketidakseimbangan yang melanda Barat bukan semata mata persoalan sosial atau politik melainkan gejala dari terputusnya hubungan dengan intelektualitas yang bersumber pada tradisi Ren Gu non yang kemudian juga menamakan dirinya dengan Abdul Wahid Yahya membandingkan dua dunia Timur dan Barat bukan sebagai benturan geografis melainkan sebagai pertemuan dua cara memahami realitas satu masih berakar pada prinsip prinsip metafisik satu lagi tersesat dalam relativisme dan pengultusan materi Melalui analisis yang jernih dan tanpa kompromi ia menyingkap bagaimana modernitas telah mengikis struktur batin manusia namun pada saat yang sama menunjukkan bahwa pemulihan masih mungkin selama manusia kembali kepada pengetahuan yang bersifat esensial