### Sinopsis Buku Sungai-Sungai dalam Dirimu, karya yang berisi puisi sepuluh penyair muda terpilih dan enam penyair undangan, merupakan hasil seleksi yang ketat dan rumit. Buku ini mencerminkan perjalanan dan evolusi kreatif para penyair muda yang telah menunjukkan kekayaan dan keunikan dalam karya-karyanya. Pada awalnya, proses seleksi menghadapi tantangan berat. Setiap penyair yang terpilih di Basabasi.co selama setahun lebih telah menunjukkan kemampuan dan potensi luar biasa dalam pengucapan mereka, serta tematik yang unik. Namun, memilih hanya tiga penyair terpilih dari sepuluh penyair yang telah terpilih menjadi tantangan tersendiri. Para penyair yang dipilih, Dedy Tri Riyadi, Deddy Arsya, dan Bernardo J. Sujibto, masing-masing menawarkan pemahaman mendalam tentang sejumlah sungai besar di dunia, ketajaman ironi, dan kompleksitas cakrawala. Dedy Tri Riyadi memfokuskan diri pada meditasi yang hening dan intens tentang sungai-sungai besar, sementara Deddy Arsya menunjukkan ketajaman dan ironi dalam sajaknya. Bernardo J. Sujibto, yang menjadi penerima Anugerah Basabasi 2018 kategori penyair muda terbaik, menawarkan kompleksitas dan keluasan cakrawala dalam sajaknya. Buku ini bukan hanya kumpulan puisi, tetapi juga catatan pengalaman dan perjuangan kurator dalam memilih sajak-sajak yang tepat. Proses ini menggambarkan bagaimana seorang kurator puisi merenung dan memilih sajak-sajak yang dapat menggambarkan kekayaan tradisi dan khazanah yang diwujudkan oleh para penyair.
Akhirnya setelah saya membaca berulang ulangdalam khusyuk dan tenang terpilihlah karya sepuluhpenyair ini Dedy Tri Riyadi Deddy Arsya Bernando J Sujibto Mutia Sukma Hasta Indriyana Dadang Ari Murtono Mario F Lawi Kiki Sulistyo Wida Waridah dan Kim Al Ghozali Dengan membaca karya karya mereka kita akanmenemukan keanekaragaman tema penjelajahangaya kebernasan dan kebeningan bahasa perenungan makna yang kadang menaik keketinggian atau menyelam nun ke kedalaman Ada yang khusyuk bermain main dengan kata dan ironi ironinya di zaman kini ada yang melantun jauh ke masa lampau mengisahkan lagi dengan segar kisah zaman silam Ada yang menyingkap ketidakadilan dankesewenangan yang merajalela ada yang membersitkan dunia kecil sehari hari sebagai seorangibu yang bersahaja Atau menghadirkan ulangkampung halaman dalam sajak menjadikannya pusatsemesta dan pusat penciptaan Dari puisi puisi sepuluh penyair muda ini terbambang pula pusparagam tradisi dan khazanah yang merekabentangkan dari bumi sini atau sana dari dunia yang dekat atau yang jauh Tia Setiadi kurator