Salah satu problem besar yang mungkin tak terpikirkan dalam sejarah pembentukan konsep negara bangsa nation state adalah hak asasi sekelompok imigran yang telah kehilangan status kewarganegaraannya Kita lantas bertanya tanya apa yang dapat dilakukan filsafat terutama filsafat politik dalam memberikan setidaknya status ontologis para imigran yang tengah mencari suaka di negara lain setelah terusir dari negaranya sendiri Seyla Benhabib salah seorang filsuf perempuan terpenting abad ini mengajukan konsep kosmopolitanisme lain another cosmopolitanism untuk mengatasi kegagapan Teori Kritis secara khusus dan filsafat politik secara umum dalam menjawab persoalan tersebut Etika diskursus publik yang dikembangkan Habermas misalnya dianggap tidak memadai oleh Benhabib karena kehilangan kepekaan terhadap isu isu gender disagregasi kedaulatan imigran tanpa dokumen pengungsi dan imigran yang sudah tidak memiliki negara stateless persons Benhabib mencoba melampaui keterbatasan Habermas tersebut dan dengan demikian ia telah memberi tenaga baru bagi filsafat politik dewasa ini
| Jumlah Halaman | 173 |
|---|---|
| Kategori | Umum |
| Penerbit | Cantrik Pustaka |
| Tahun Terbit | 2022 |
| ISBN | 978-623-6063-84-2 |
| eISBN | proses |