Logo Bacabuku
Hukum Pemilu

Hukum Pemilu

M Iwan Satriawan; dkk
Ebook

Sinopsis ebook

Pemilihan umum bukan sekadar prosedur pergantian kekuasaan Pemilihan umum adalah cermin dari pilihan politik hukum suatu bangsa tentang cara negara merancang demokrasi subyek yang diuntungkan oleh aturan main dan ke mana arah kekuasaan sesungguhnya Buku Hukum Pemilu ini hadir untuk menjawab pertanyaan pertanyaan mendasar itu Buku ini menelusuri perjalanan panjang sistem Pemilu Indonesia dari era 1950 an hingga Pemilu 2024 dengan menggunakan lensa politik hukum sebagai pisau analisisnya Para penulis memperlihatkan bahwa setiap perubahan regulasi Pemilu selalu menyimpan kepentingan di baliknya Pemilu 1955 yang bersejarah lahir dari semangat demokrasi parlementer yang penuh gejolak Pemilu era Orde Baru dirancang sebagai instrumen legitimasi kekuasaan bukan wahana kompetisi yang sesungguhnya Sementara Pemilu era reformasi meski membawa angin kebebasan terus bergulat dengan tantangan polarisasi dan tarik menarik kepentingan dalam setiap revisi undang undang Buku ini juga mengupas tuntas perdebatan perdebatan hukum yang paling strategis sistem proporsional terbuka versus tertutup konstitusionalitas presidential threshold dan parliamentary threshold hingga rekayasa daerah pemilihan yang diam diam membentuk peta kekuatan politik Setiap isu dianalisis bukan hanya dari dimensi normatif melainkan juga dari konteks konfigurasi politik yang melatarbelakanginya Di penghujung buku ini menawarkan evaluasi dan rekomendasi konstruktif bagi masa depan demokrasi elektoral Indonesia Sebuah demokrasi yang telah mencatat kemajuan nyata namun masih menyimpan banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas Bagi mahasiswa akademisi praktisi hukum maupun siapa pun yang ingin memahami mengapa aturan Pemilu Indonesia selalu berubah dan apa makna di balik perubahannya buku ini adalah bacaan yang tak dapat diabaikan

Detail Buku

Jumlah Halaman 180
Kategori Hukum
Penerbit PT Penamuda Media
Tahun Terbit 2026
ISBN 978-634-283-109-0
eISBN proses
Hukum Pemilu

Hukum Pemilu

M Iwan Satriawan; dkk