Melangkahkan kaki ke dunia masyarakat terbuang yang hidup di negara berkaki buntung dalam narasi Hamsad Rangkuti bukanlah seperti menyaksikan mereka dari balik kaca jendela taksi atau mobil pribadi. Realisme Hamsad Rangkuti sigap menyeret siapa pun yang membacanya merasa benar-benar menjadi bagian dari dunia para pengemis dan gembel yang hidup di perempatan lampu merah dan tidur di gubuk-gubuk pinggir rel kereta. Saking detail deskripsi Hamsad Rangkuti, suasana dalam novelnya hampir menjadi sebentuk hiper-realisme. —Bernard Batubara, penulis dan penyair
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.