Sahabat kok romantis? Begitulah kata teman-teman Irgi dan Uma. Mereka melihat dua sahabat itu lebih romantis daripada orang pacaran. Bahkan, kafe yang biasa memberikan diskon 10% kepada pria yang datang bersama pasangannya ke sana pun memberi diskon tersebut kepada Irgi. Dia bukan pacar saya, Mas. Jangan bohong, pacar cantik kayak gitu sayang kalau enggak diakuin. Kamu saya kasih diskon 10%, ya? Baru kali ini gue nemuin tempat makan yang ngasih diskonnya maksa.
Buku ini mengisahkan perjalanan sahabat Irgi dan Uma yang lebih romantis dari yang biasa. Dengan alur cerita santai namun menarik, para pembaca akan dibawa merasakan berbagai peristiwa dan konflik yang menguras emosi. Diskon 10% kafe yang diberikan kepada Irgi dan Uma menjadi salah satu momen kocak dalam cerita. Selain itu, buku ini juga menawarkan cerita pertama yang pernah membuat beberapa pembaca menangis, menunjukkan bahwa tak ada pertemanan lawan jenis yang bisa bebas dari perasaan. Bukan hanya kisah cinta antara Irgi dan Uma, tetapi juga banyak pesan moral yang muncul dalam setiap halaman. Buku ini akan membuat para pembaca siap-siap baper (berpura-pura bersedih) dan merasakan berbagai emosi yang ditampilkan dalam cerita.
Unduh untuk perangkat lain: