"Kau tidak perlu memaklumi orang-orang yang dengan salah menyatakan kasih mereka kepadamu, Mar. Aku akan mengenali bahasa hidupmu agar kau dapat merasakan cintaku." Mariam dan Adhimas. Dua orang yang sama-sama digilakan oleh kekecewaan dari bapak. Bagi Mariam, meninggalnya Bapak berarti mati separuh jiwanya, sedangkan hidup si Kribo-bapak tirinya-berarti kebangkitan dari setengah rasa bencinya. Sejak perginya Bapak, Mariam hidup dengan mental sebatang kara. Dia sudah menyediakan satu petak tanah makam untuk dirinya nanti, sebab hilang bergairah sekadar untuk bernapas. A Adhimas pula telah siapkan surat panjang dan selusin waktu untuk berbincang dengan maur. Tapi sebelum pergi, dia ingin menyelesaikan satu tanggung jawab pada Mariam. Setidaknya, Adhimas ingin cacat pada jiwa Mariam bisa membaik dengan cinta dan pengertian yang dia beri. Sebab, mereka dihubungkan lalui tali merah yang panjang, dan berliku, dan mengharuskan mereka untuk bertemu saling beradu rayu. Tentang kasih yang belum sempat sampai. Sakit yang belum sempat dijejali obat. Dan kepergian yang
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.