CAK Nur biasa dibandingkan dengan Gus Dur. Sama-sama dari Jombang, sama-sama santri cerdas, sama-sama suka menggoyang kemapanan seperti artis dangdut, sama-sama mengerti pentingnya demokrasi, sama-sama “guru bangsa”. Bedanya: Gus Dur lebih kental berpolitik, lebih “nekat”, punya massa akar rumput, dan sempat mencicipi jadi penguasa meski sebentar. Andai cucu dan anak pahlawan nasional ini lebih peka dalam memilih bithaanah alias “orang dekat”-nya dan mengurangi sikap “nekat”-nya, mungkin tidak dilengserkan dalam kondisi tak terbela dan secepat itu.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.