Demi senja Bolehlah raga rapuh, bolehlah tenaga runtuh Bolehlah usia luruh, tapi tidak untuk mengeluh Tidak untuk mengaduh, tidak untuk menyeka peluh *** Waktu senja ditandai dengan menguningnya sinar mentari dari ufuk barat. Sinar berwarna kuning di langit yang hangat, tapi tak menyengat menjadi isyarat akan bergantinya gelap dan sunyinya malam. Untaian bait puisi yang tertuang dalam buku ini terlahir dari rasa, asa, cita, cinta, kasih sayang, bahagia, sedih, haru, dan sekelumit rindu terpendam yang hanya mampu terungkap melalui syair. Serpihan Senja ini sejatinya berisi repihan-repihan pengalaman yang sarat makna tentang perjuangan hidup. Siap dinikmati di sela-sela senja nan elegan.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.