Penderitaan merupakan salah satu topik bahasan yang tidak akan pernah ada habisnya. Hal ini terbukti dari realitas penderitaan yang nyatanya tidak pernah dapat diselesaikan secara tuntas dan akan terus ada silih berganti. Tulisan ini mencoba memberikan sedikitnya perspektif untuk melihat realitas penderitaan yang dialami oleh Nabi Habakuk. Walaupun tulisan ini secara terang-terangan menujukan keberadaan penderitaan tetapi juga tidak lupa untuk memberikan sentuhan untuk membangun serta memperbaharui pandangan sehari-hari mengenai penderitaan. Maka dari itu untuk mewujudkannya dalam tulisan ini akan menggunakan metode tafsir Seeing Through untuk melihat penderitaan yang dialami oleh Nabi Habakuk dari sudut pandang Teodisea Harold Kushner. Kedua tokoh ini sama-sama memiliki satu kesamaan yaitu mereka berdua adalah orang yang secara sadar menjadi penghayat penderitaan dan sama-sama untuk mencoba mempertahankan apa yang mereka yakini di tengah penderitaan yang dialami. Demikianlah tulisan ini dapat memperkaya makna, pemahaman dan juga cara pandang tiap pembaca mengenai realitas penderitaan dan bagaimana untuk meresponnya dengan tepat.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.