Cesa seorang anak perempuan yang periang dan mandiri. Tetapi, Cesa juga memiliki sifat lalai dan ceroboh. Setiap hari Cesa bermain sendiri di dalam rumah ditemani guling bulunya. Cesa tidak bisa tidur tanpa memeluk guling bulu. Hari Minggu Cesa gelisah karena kelalaian dan kecerobohannya. Apa yang terjadi pada guling bulu? Apakah Cesa bisa tidur siang dan memeluk guling bulu? Buku ini mengajak kalian agar kita tidak lalai dan ceroboh. Sebagai anak yang baik, kita harus patuh pada orang tua dan segera melaksanakan tugas yang diberikan. Kita juga harus menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab dengan apa yang telah kita lakukan. Selamat membaca, ya!
### Alhamdulillah penulis ucapkan karena atas limpahan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan buku cerita anak berjenjang berjudul "Guling Bulu Cesa" dengan lancar. Buku ini merupakan goresan perasaan dan pengalaman penulis dalam menyampaikan pesan moral melalui narasi singkat dan sederhana. Cerita ini mengisahkan perjalanan harian Cesa, seorang putri kecil yang ceria, dalam berbagai aktivitas di rumah. Cesa sering bosan dengan rutinitas sehari-hari di rumah, hingga suatu hari ia menemukan hewan peliharaan imajinatif bernama Guling Bulu Cesa. Dengan Guling Bulu Cesa, Cesa menikmati berbagai petualangan singkat di dalam rumah, membangun minat dan keterampilan membaca dalam dirinya. Buku ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun minat dan kemampuan membaca pada anak-anak di Indonesia. Buku "Guling Bulu Cesa" hadir sebagai buah cinta dari penulis kepada putrinya, Cece Yesha, serta keluarganya yang mendukung. Buku ini juga mencerminkan passion penulis dalam menulis dan membaca puisi, dan baginya, dapat menuangkan perasaan dalam goresan penuh makna. Semoga buku ini memberikan manfaat bagi seluruh anak-anak di Indonesia. Selamat membaca!
Unduh untuk perangkat lain: