Dalam perjalanan hidup manusia pasti ada senang dan sedih. Terkadang ada luka yang tergores entah dalam hati atau jiwa, sehingga bagi sebagian orang perlu berjuang dalam menyembuhkan luka tersebut. Di sini kami menuliskan kisah tentang bagaimana luka bisa terbentuk dan bagaimana caranya berjuang mengobatinya. Kami ingin mengatakan kepada semua orang, yang pernah terluka, kalau kalian tidak sendiri. Jadi, ayo bangkit dan buktikan kalau dengan luka tersebut kita bisa menjadi orang yang hebat dan sukses. Sekarang kuharus meninggalkan seorang suami yang durhaka kepada Allah. Dikarenakan luka-luka inilah aku menjadi wanita yang sabar, tabah, tetap tersenyum bila mendapat masalah, tangguh, dan selalu dipenuhi rasa syukur. (Mey Ameida) Sebagian besar memori yang terekam dari masa kecilku adalah kekerasan fisik dan verbal. Sulit sekali mengingat bagian mana yang berkesan menjalani masa kecil di rumah. (Lanny Nurani) Kotek. Itulah nama panggilanku selama bertahun-tahun. Kupikir saat SMP semua ejekan, hinaan, candaan kasar juga panggilan itu akan berakhir, dan nama asli yang akan menjadi sapaanku. Tapi nyatanya tidak. (Siti Nurcahya)
### "Assalamualaikum. Ma, aku pulang," sapaku begitu masuk rumah. "Waโalaikumsalam. Hari ini kenapa lagi, Nak?" Mata mama langsung melihat baju yang kotor dan rok-ku yang sedikit sobek. "Dawai ribut sama Nando, Ma," jawabku dengan nada ketus. "Memangnya ada apa? Kok bisa sampai ribut?" tanya mama dengan nada sabar dan lembut. Aku pun menceritakan kalau Nando mengejek perempuan tidak bisa main sepak bola dan kalau kena bola pasti nangis. Aku merasa tidak terima dengan hal itu dan menantang Nando bermain sepak bola. Kami pun bermain 5 lawan 5. Walaupun aku satu-satinya perempuan yang main sepak bola, tetapi bisa kubuktikan kalau omongan Nando itu salah. Perempuan juga bisa main bola dan enggak perlu menangis. Akhirnya, Nando pun meminta maaf kepadaku. Alasan buku ini dibuat adalah karena setiap manusia pasti pernah terluka dan tersakiti, baik tanpa sengaja ataupun disengaja. Semua rasa sakit itu menimbulkan luka. Ada yang terluka karena bullying, asuhan yang salah, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, luka tersebut mungkin masih berbekas hingga sekarang dan membawa trauma yang mendalam. Bagi sebagian orang lainnya mungkin luka tersebut sudah sembuh. Namun mungkin saja bagi sebagian lainnya, luka tersebut belum sembuh sepenuhnya. Buku ini memberikan cahaya kebaikan dan inspirasi bagi umatnya. Ketiga, ucapan terima kasih kepada keluarga kami semuanya, yang telah mendukung hingga terwujudnya buku ini. Keempat, kepada MA NuBar - Nulis Bareng area Jawa Barat, Mbak Rhea, yang sudah selalu semangat mendampingi, mengawasi, dan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada kami. NuBar โ Nulis Bareng Ini Lukaku (My Wound) 4 Kelima, kami ucapkan terima kasih kepada pihak penerbit, karena sudah memberikan kesempatannya agar kami bisa menerbitkan buku ini. Berikut adalah daftar pustaka yang digunakan dalam penulisan buku ini - Anak Itik Buruk Rupa (Amazingdhee) โ 157 - Pernikahan Denaya (Syifa Fs) โ 163 - Jangan Sebut Itu Cinta (Rachma Saleh) โ 171 - Kencan Terakhir (Yogie Affandi) โ 181 - Luka Cinta Ananda (Ika Herawati) โ 191 Tentang Penulis โ 201 Lithaetr, dkk --- Ini Lukaku (My Wound) Karya Lithaetr, dkk ISBN 978-623-7079-94-1 Copyright ยฉ 2019, Lithaetr, dkk Hak cipta dilindungi undang-undang (All right reserved) Editor Rhea Ilham Nurjanah Layout Abu Naufal Desain Cover Alfafa Art Design Cetakan I November 2019 Kategori Bunga Rampai Perpustakaan Nasional RI Katalog Dalam Terbitan (KDT) Diterbitkan oleh RUMAH MEDIA Jalan Swadaya 1 - Pejaten Timur Pasar Minggu - Jakarta Selatan rumahmediagrup@gmail.com www.rumahmediagrup.com
Unduh untuk perangkat lain: