Pohon gayam milik Pak Nardi selalu berbuah. Tanpa menunggu dipetik, buahnya sering jatuh dengan sendirinya. Konon katanya, di pohon ini ada “penunggunya”. Banyak orang tak berani melintasi jalan ini. Namun, Malam ini, Sisca terpaksa melintasi jalan ini. Bukan bermaksud untuk uji nyali, tetapi dia terpaksa melewatinya untuk menghemat waktu.Tiba-tiba bulu kuduknya serasa berdiri, bahkan tengkuk dan sekujur tubuhnya terasa merinding. Aaarrrgh! Teriakan itu begitu kencang. Apakah yang terjadi? Cari tahu jawabannya dalam koleksi antologi pentigraf ini. Nikmati beragam cerita yang menegangkan, penuh petualangan, dan menguras emosi pembaca.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.