“Mas!” katamu sedikit berteriak. Kini, kau membalikkan tubuh ke arahku. Matamu menatapku tajam. Tatap penuh luka. “Apa Mas pernah tahu? Hanya karena memendam rasa malu, warga Tengger membebaskan sukmanya? Menghabisi raganya? Itu hanya karena tidak ikut adat!!! Sekarang, Mas masih bisa bilang ini bukan salahku?” (Sayfullan) “Jangan kira orang seperti kami mendirikan rumah di atas laut ini karena kami miskin. Kami memang cuma hidup mengandalkan laut. Tapi, laut ini sendiri adalah rumah kami. Andai si Hima bisa beli rumah di darat macam orang Bagai, tak mau bapaknya pindah dari sini. Pinde kulitang kadare, bone pinde sama kadare.” (Zachira) Para alumni #KampusFiksi di buku ini menceritakan cinta dalam balutan kearifan lokal (local wisdom) dari berbagai penjuru nusantara, menghadirkan alur-alur cerita yang jauh dari kata “biasa”. Jangan coba-coba menebak ending-nya sejak awal. Nikmati saja hingga halaman terakhir….
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.