Tulisan ini terinspirasi dari buku Sri Paus Paulus I berjudul Illustrissimi yang diterjemahkan oleh Alex Beding, SVD sekitar tahun 1980-an, yang merupakan serangkaian surat kepada para tokoh sejarah dengan berbagai macam latar belakang ilmu. Buku tersebut menggunakan pendekatan sastra dalam meneropong gagasan-gagasan para ilmuan, politisi, sastrawan, dramawan, dan musisi. Penulis sungguh terinspirasi oleh buku tersebut, dan sekaligus ?meminjam? judulnya. Dalam tulisan ini penulis secara populer menulis kepada 33 tokoh: filsuf, teolog, sosiolog, pedagog, dan inventor dengan pendekatan sastra, yang diwarnai rasa kagum, dialog, dan apresiasi. Tulisan ini tidak memuat pembahasan yang lengkap dan detail seperti yang biasa dibahas dalam buku-buku filsafat, sosiologi, atau pedagogi pada umumnya. Ketika Anda membaca buku ini, imajinasi Anda seakan diajak untuk berselancar dalam arus pemikiran para tokoh, sembari memetik hikmah yang terkandung dalam gagasan-gagasan mereka. Untuk mengetahui secara ?umum? tentang tren filsafat dari masa ke masa, penulis memilih beberapa filsuf, mulai dari para filsuf Klasik Pra-Sokrates, abad Pertengahan, abad Skolastisisme, dan abad Modern. Pemikiran para filsuf dari zaman ke zaman selalu saling ?terkait? tidak otonom secara tegas. Ada filsuf yang radikal dan ekstrem tetapi ada juga filsuf yang manusiawi dan moderat. Selain para filsuf, penulis juga memilih beberapa tokoh seperti, inventor, sosiolog, pedagog, sastrawan hanya untuk memberi gambaran bahwa filsafat merupakan ?inspirator? utama bagi perkembangan ilmu pengetahuan, lalu memunculkan para tokoh lain, yang terinspirasi untuk berpikir alternatif dalam mengungkapkan gagasan-gagasan baru atau temuan-temuan yang disumbangkan bagi peradaban hidup manusia.
### Buku ini merupakan perjalanan intelektual yang mengundang pembaca untuk menggali pemikiran filosofis dari berbagai tokoh besar seperti filsuf, teolog, sosiolog, pedagog, inventor, dan sastrawan. Dengan metode bertanya yang inovatif, penulis, Fritz Meko, berhasil merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam dan relevan, sehingga dapat dipahami oleh pembaca yang bukan ahli. Melalui dialog yang mendalam dan rasa kagum pada realitas, Meko mengembangkan metode baru dalam berfilsafat hermeneutis yang memberikan manfaat dalam merajut kualitas komunikasi yang bijak, berani, adil, dan berpengendalian diri. Buku ini tidak hanya menghadirkan inspirasi baru bagi para pemula dalam filsafat, tetapi juga menawarkan pemahaman mendalam bagi para ahli, membantu mereka memahami kontribusi positif dari berbagai pemikiran terhadap era digital yang semakin kompleks.
Unduh untuk perangkat lain: