Taman di Eden adalah idealisasi kedamaian yang sempurna. Tempat segala keselarasan terjadi. Taman di Eden adalah gambaran kesatu-paduan manusia dengan alam dan Allahnya. Sayang kondisi itu rusak oleh dosa. Dorongan dalam diri manusia membuatnya jatuh dalam keterpisahan dengan Allah dan merusak korelasinya dengan alam. Manusia terusir dari Taman di Eden. Manusia semakin merusak keselarasan dan keseimbangan. Allah mendatangkan Air Bah. Tata dunia baru dimulai, tapi manusia tidak pernah lepas dari kecenderungan mangagungkan diri. Dengan penuh kesombongan dan keangkuhan, dengan usahanya sendiri, hendak mencapai tempat Allah. Mereka membangun menara, Babel, tapi Allah mengacaubalaukannya. Buku ini memberikan tafsir yang menarik dari detail-detail kisah Kejadian 1-11, masa sebelumnya lahirnya Bapa kaum beriman, Abraham. Hal-hal yang mungkin tidak kita perhatikan, secara jeli dikupas oleh pengarang buku ini.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.