Munah sedang mengandung anak ketiga. Kebahagiaan seakan tak pernah putus. Namun, memasuki tujuh bulan kehamilan, sang suami berubah. Perlakuan kasar sering diterima Munah. Ucapan dan makian selalu terdengar. Entah apa yang terjadi pada suaminya. Dengan suara keras, suaminya mengucapkan kata cerai untuk Munah. Dengan membawa hati yang luka, Munah pulang ke kampung halaman. Berharap dapat berlindung dari kerasnya pukulan kehidupan serta berteduh dari siraman cobaan yang mendera. Munah meminta perlindungan pada Ayah Bunda, berharap ada kasih yang mendekap luka. Berhasilkah Munah? Bagaimana akhir ceritanya? Kisah Munah dan 87 pentigraf dengan cerita sederhana ini ditata begitu apik siap menemani hari-hari Anda. Dapatkan segera!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.