Empat Arketipe

Psikologi
Empat Arketipe

3 MB
ebook
264 Dilihat
Penerbit
ISBN
978-623-7378-86-0
eISBN
978-623-5348-56-8
Wishlist
Bagikan

Sinopsis

Carl Gustav Jung meyakini bahwa ketidaksadaran tak hanya tempat persembunyian iblis-iblis, namun juga tempat berdirinya kerajaan malaikat-malaikat dan utusan-utusan rahmat yang ia sebut sebagai “arketipe”, semacam simbol segala kekuatan batin yang mewujudkan kesatuan, kesehatan, keutuhan hidup, dan perkembangan kesadaran yang bermakna. Jung menemukan “arketipe” bukan dalam ketidaksadaran personal yang, menurut Freud, fungsinya hanyalah tempat menampung hal-hal yang diresepsi dan dilupakan oleh individu, melainkan dalam ketidaksadaran kolektif yang, menurut Jung, berada di lapisan ketidaksadaran yang lebih dalam daripada ketidaksadaran personal, dan isinya adalah arketipe-arketipe. Arketipe merujuk pada Imago Dei (citra Tuhan) dalam diri manusia. Dan, ‘anehnya”, arketipe dapat ditransformasikan dari ketidaksadaran menjadi formula sadar, yaitu dalam bentuk-bentuk ajaran esoteric. Hal ini dapat kita lihat, misalnya, dalam ajaran-ajaran masyarakat tradisional. Ajaran-Ajaran ini sesungguhnya adalah ekspresi yang khas untuk menyampaikan isi kolektif yang asalnya dari ketidaksadaran. Selain itu, ekspresi arketip lainnya adalah mite dan dongeng-dongeng kebijaksanaan yang telah diwariskan dari generasi ek generasi. Dengan demikian, istilah “arketipe” hanya diterapkan secara tak langsung pada “representasi kolektif”, karena istilah tersebut hanya menunjukkan isi-isi psikis yang belum tunduk pada elaborasi kesadaran, dan karenanya adalah datum langsung pengalaman psikis.

Generated by AI ✨

Deskripsi Buku

### Buku ini berfokus pada konsep ketidaksadaran kolektif (collective unconscious) yang ditemukan oleh Carl Gustav Jung. Menurut Jung, ketidaksadaran kolektif merupakan bagian dari psikis manusia yang tidak sadar, tetapi berisi elemen-elemen emosional dan simbolis yang berasal dari pengalaman kolektif manusia sepanjang sejarah. Konsep ini diperkenalkan melalui istilah "arketipe," yang merujuk pada gambaran universal yang berasal dari alam bawah sadar dan menunjukkan keterkaitan dengan ide-ide metafisik seperti imago Dei. Jung membedakan antara "id," representasi insting yang paling dasar, dan "super ego," yang mencerminkan ketidaksadaran kolektif dan peran dalam kontrol moral. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang empat arketipe utama Mother, Rebirth, Spirit, dan Trickster, yang menggambarkan berbagai aspek psikis manusia yang universal. Buku ini juga membahas bagaimana arketipe-arketipe ini dapat diakses melalui proses meditatif, yang mencerminkan definisi alkemis tentang meditatio. Selain itu, ia menyentuh topik-topik filsafat dan esoterik yang terkait dengan konsep arketipe, seperti dalam karya-karya Philo Judaeus dan Irenaeus. Terakhir, buku ini menyoroti bagaimana konsep ketidaksadaran kolektif dan arketipe telah mengalami perubahan sepanjang sejarah, terutama setelah era materialisme dan empirisme yang dominan. Meskipun pernah mengalami kemunduran, konsep ini kembali muncul dalam ranah ilmiah psikologi modern.

Tags:
Keyword:

Untuk membaca, silahkan unduh aplikasi di bawah ini:

Unduh untuk perangkat lain:

playstore windows appstore macos

Ulasan Pembaca

0.0 /5
5
(0)
4
(0)
3
(0)
2
(0)
1
(0)

Ulasan (0)

Urutkan
no-review

Belum Ada Ulasan

Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Orang Lain Juga Membaca Buku Ini

Buku Lainnya dari Penerbit IRCiSoD

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Kategori Psikologi

Selengkapnya

Buku Lainnya dari Sub Kategori Psikologi

Selengkapnya

Buku Terbaru

Buku Terpopuler

Selengkapnya
Empat Arketipe

Empat Arketipe
Flash Sale

Carl G Jung

Preview
Hubungi Kami
cara-membaca-buku