In the midst of researching the life cycle of the solar system, Ms. Cooper’s students start talking about aliens and blue skin. This leads to a much larger discussion. Talking about skin color starts them thinking about designs people from different cultures have made on their bodies. The students imagine their own designs on themselves. What will everybody choose? Translate: (Di tengah penelitian siklus hidup tata surya, siswa Ms. Cooper mulai berbicara tentang alien dan kulit biru. Hal ini mengarah pada diskusi yang jauh lebih besar. Berbicara tentang warna kulit membuat mereka berpikir tentang desain yang dibuat oleh orang-orang dari budaya berbeda pada tubuh mereka. Para siswa membayangkan desain mereka sendiri. Apa yang akan dipilih semua orang?)
Buku ini berjudul "Color Me" dan merupakan bagian dari Level 2 dari serangkaian buku bacaan berbahasa Inggris untuk siswa usia dini. Buku ini menggambarkan peristiwa di kelas Ms. Cooper, di mana siswa-siswi mulai membicarakan warna kulit dan desain tubuh yang mereka lihat di berbagai budaya. Diskusi tersebut memicu imajinasi siswa untuk berpikir tentang mengapa mereka memiliki warna kulit yang berbeda dan bagaimana orang-orang dari berbagai latar belakang budaya mengekspresikan diri melalui desain tubuh. Melalui berbagai peristiwa, siswa-siswi mendiskusikan warna kulit mereka sendiri, mulai dari preferensi Melissa yang tidak ingin pewarnaan pada wajahnya, hingga imajinasi Ricardo dan Jin Hee yang membayangkan diri mereka sebagai "cat people" dengan whiskers palsu. Saarthak juga menyebutkan tentang tato di tangan dan lengan ibunya yang kembali dari India, serta keinginannya untuk meniru desain-desain tato dari suku Aborigine di Australia. Diskusi ini menunjukkan bagaimana warna kulit dan desain tubuh dapat menjadi subjek penting dalam percakapan antar teman di kelas dan bagaimana mereka dapat bereksplorasi dan berefleksi terhadap identitas mereka sendiri dan perbedaan budaya.
Unduh untuk perangkat lain: