Haid adalah sunatullah yang telah ditetapkan bagi wanita. Dalam sebula sekali mereka mengalaminya. Bagi mereka yang haid maka tidak diperbolehkan shalat dan puasa. Kewajiban shalat menjadi gugur dan mereka tidak wajib mengqadhanya. Buku yang kami beri judul Dzikir for Muslimah (Tetap Berpahala Ketika Haid). Ini bukan berarti dzikir ini hanya boleh dibaca oleh wanita yang sedang haid semata. Akan tetapi buku ini ditulis sebagai pegangan bagi mereka yang sedang haid pun bisa mengejar ketertinggalannya dalam beribadah dengan melakukan berbagai amalan yang diperbolehkan oleh syara dalam melaksanakannya. Sebab begitu banyaknya orang yang salah persepsi tentang keadaan haid ini. Ada sebagian orang menganggap bahwa wanita yang sedang haid adalah sedang kotor sehingga ia tidak boleh melakukan ibadah apapun juga. Ada pula yang menganggap bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh melafalkan doa-doa dengan bahasa Arab. Tentu anggapan-anggapan seperti itu tidak benar. Buku ini hadir dihadapan Anda untuk menuntun Anda dalam mencari pahal di kala haid datang.
### Buku Ozikir for Muslimah (Tetap Berpahala Ketika Haid) Buku ini bertujuan untuk membantu wanita yang sedang dalam keadaan haid memahami bahwa mereka masih bisa melakukan ibadah dan amalan yang dibolehkan oleh syariah. Penulis menyadari bahwa banyak orang yang memiliki persepsi yang salah tentang haid, menganggapnya sebagai keadaan yang menghalangi seseorang untuk melakukan berbagai ibadah. Pada buku ini, penulis menjelaskan bahwa wanita yang sedang haid masih bisa melakukan dzikir, membaca doa, melayani keperluan suami, dan mendidik anak-anak. Dzikir menjadi salah satu amalan yang sangat penting dan dapat memberikan berbagai manfaat, termasuk ketentraman, keuntungan, dan pahala. Penulis juga menjelaskan berbagai amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid, seperti dzikir harian, dzikir ketika bangun tidur, serta berbagai ibadah lain yang masih dapat dilakukan. Buku ini juga mencakup beberapa pahala yang dapat didapatkan oleh wanita haid, seperti melayani keperluan suami, mendidik anak-anak, dan melakukan amalan lain yang masih diperbolehkan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan persepsi yang salah tentang haid dan membantu wanita yang sedang haid tetap beribadah dan bermanfaat. Terakhir, buku ini mengajak pembaca untuk memberikan masukan dan kritik demi perbaikan buku ini di masa mendatang.
Unduh untuk perangkat lain: