Kesetaraan gender terus berkembang dan mengalami transformasi seiring perubahan zaman, khususnya dalam era new media. Perspektif Islam memberikan landasan yang kokoh dan berkelanjutan dalam menghadapi isu ini. Dalam konteks ini, mencoba merangkai perspektif Islam terhadap kesetaraan gender di tengah lautan informasi dan komunikasi yang semakin meluas, dengan tujuan membuka wawasan dan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana Islam mengakomodasi serta menjawab tantangan-tantangan gender dalam era informasi dan komunikasi yang canggih ini.
### Ini adalah buku yang mengeksplorasi konsep kesetaraan gender dari perspektif Islam dalam era new media. Buku ini dibagi menjadi lima bab, setiap bab membahas aspek-aspek penting yang menjelaskan bagaimana nilai-nilai agama dapat diterapkan dan diterjemahkan dalam konteks digital. Pada bab pertama, kajian prawacana memberikan latar belakang tentang kesetaraan gender dari perspektif Islam. Bab kedua mendalami definisi kesetaraan gender dan konsep resiliensi dakwah, yang dianggap penting untuk terus menyampaikan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan teknologi. Bab ketiga mengeksplorasi peradaban feminisme liberal dari masa ke masa, mulai dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Bab ini membahas perubahan sejarah dan implikasinya terhadap isu kesetaraan gender. Pada bab keempat, penulis membahas definisi dan teori media baru (new media) serta kebudayaannya. Bab ini mengilustrasikan bagaimana new media dapat menjadi alat yang efektif dalam berdakwah. Terakhir, bab kelima membahas platform media Mubdalah, yang menggunakan website sebagai media berdakwah untuk kesetaraan gender. Tujuan dari platform ini adalah memfasilitasi dakwah agar lebih mudah mencapai sasaran dan tetap relevan dalam era digital. Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kesetaraan gender dapat diterapkan dalam konteks new media, serta bagaimana dakwah dapat beradaptasi dan berkembang dengan perubahan zaman.
Unduh untuk perangkat lain: