Banyak asumsi yang menyatakan bahwa pertama kali seseorang menjalankan bisnis maka persentase kegagalannya mencapai 80%, bahkan lebih. Artinya peluang gagal saat pertama kali belajar bisnis sangat besar. Pendapat ini memang sulit untuk dibantah, mengingat hasil survei lapangan yang menunjukkan fakta demikian. Tidak terkecuali untuk saya! Hal tersebut menjadikan banyak orang ragu untuk terjun menjadi entrepreneur. Namun satu dekade terakhir, banyak muncul media yang memberikan tips dan trik bagaimana mengawali menjadi seorang entreprenur dengan menekan angka persentase kegagalan tersebut, termasuk buku ini yang sengaja dihadirkan sebagai referensi alternatif bagi Anda yang tertarik dengan dunia bisnis.
singkat buku "Panduan Cepat & Mudah Mendirikan dan Mengelola Usaha" oleh Arif Rahman Buku ini dirancang untuk memberikan panduan praktis bagi para pelaku bisnis pemula hingga mereka yang sudah berpengalaman. Melalui 15 bab yang terstruktur dengan baik, buku ini membahas berbagai aspek penting dalam mendirikan dan mengelola usaha. Dalam bagian pertama, "Keputusan Untuk Berwirausaha," dibahas tentang mengatasi keparahan angka kegagalan usaha di awal karier bisnis. Penulis menyadari bahwa 80% perusahaan baru gagal dalam lima tahun pertama, termasuk pengalaman pribadinya yang mencerminkan fakta tersebut. Bagian berikutnya, "Memanfaatkan Momentum," mengajak pembaca untuk memanfaatkan momen yang tepat dalam karier bisnis, mulai dari mutasi karyawan hingga proses promosi. "BAGIAN III Mengepola Kemampuan Usaha" membahas strategi penting seperti memahami persaingan bisnis, menentukan harga produk, bernegosiasi dengan pemasok, dan memahami kontrak bisnis. Terakhir, "Ekspansi" membahas strategi untuk memperluas bisnis melalui masuk ke mall, memasuki pasar luar negeri, dan menjalankan franchise/waralaba. Buku ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga solusi praktis yang dapat diterapkan oleh para wirausahawan pemula, membantu mereka meningkatkan kemampuan manajemen usaha dan meningkatkan peluang kesuksesan.
Unduh untuk perangkat lain: