Dongeng asal-usul Salatiga ini sudah dikenal dan hidup ditenga masyarakat sejak jaman leluhur. Dongeng ini menyimpan Pelajaran dan nasehat yang baik dan bermanfaat untuk siapa saja yang tahu dongeng ini. Dari dulu dongeng asal-usul Salatiga hanya diceritakan oleh orang tua kepada anak atau oleh guru kepada muridnya. Oleh karena itu dongeng ini perlu di tulis dan dijajadikan sebuah buku. Asal-usul Salatiga sebenarnya selalu di sampaikan menggunakan Bahasa Jawa. Namun untuk dapat dikenal lebih luas tentang asal-usul Salatiga, buku ini ditulis menggunakan Bahasa Indonesia umum tentang bagaimana suatu keadaan atau peristiwa terjadi dan sejarah suatu peristiwa. Dan buku ini didedikasikan untuk memacu rasa eksplorasi kita mendalami fenomena alam diseki
### Buku Di dalam halaman-halaman legenda yang diceritakan kembali oleh Eddy Supangkat, kita dapat merasakan keindahan dan makna asal-usul nama kota Salatiga. Dalam legenda ini, hidup seorang Adipati bernama Ki Pandanarang di daerah Semarang pada masa dahulu kala. Meskipun hidupnya berkecukupan dengan hartanya yang melimpah, Ki Pandanarang masih suka keluar masuk pasar untuk membeli rumput hujan. Suatu hari, dia bertemu seorang penjual rumput dan meminta tambahan sepikul. Penjual rumput menjanjikan akan membawakan rumput besok pagi. Setelah menjemur rumput yang dibeli kemarin, Ki Pandanarang menemukan uang 25 sen di dalam ikatan rumput tersebut. Bertengkar antara Ki Pandanarang dan penjual rumput mengenai pengembalian uang itu memunculkan permasalahan moral. Setelah hari berlalu, Ki Pandanarang kembali membeli rumput tanpa membayar sepeser pun. Namun, penjual rumput malah menolak pemberian yang kasar dan mengaku bahwa dia berjalan dari Gunung Jabalkat ke Semarang hanya untuk mendapatkan 25 sen. Legenda ini tidak hanya menjadi cerita tentang asal-usul nama kota Salatiga, tetapi juga menceritakan perjuangan sederhana orang dalam mencari uang. Buku ini dirilis dalam versi cerita bergambar dan akan diterjemahkan ke berbagai bahasa untuk memperkenalkan legenda ini kepada generasi mendatang. Semoga legenda ini dapat menjadi cinderamata yang istimewa bagi kota Salatiga, membawa pesan moral dan pengetahuan budaya bagi semua pembaca.
Unduh untuk perangkat lain: