Ima masuk dalam kategori penulis cerita anak dari kalangan dewasa. Meski begitu, menurut amatan saya, ia tak berusaha menjejali “nilai” di dinding cerita yang ia bangun. Tentu dalam cerita-ceritanya ada “pesan” tertentu. Namun pesan itu ia sampaikan dengan mengalir dalam narasinya & tak terkesan dipaksakan. Ima pula memosisikan dirinya sebagai “seorang anak yang polos” dalam menuturkan cerita-ceritanya. Kepolosan itu bagiku sungguh sangat menarik & berharga. Ia hanya menceritakan apa adanya pengalaman-pengalaman yang dialami di lingkungannya pada masa kecil. Ia pula hanya menjadi penyambung cerita atau pesan dari orang-orang di dekatnya, misal sosok guru, orang tua, dan semacamnya.
Unduh untuk perangkat lain: