Tiga presiden terakhir Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sumbangan yang patut dicatat dalam usaha menghapus diskriminasi. Abdurrahman Wahid mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang berisi pengakuan pemerintah hanya atas lima agama di luar Konghucu. Abdurrahman juga mengeluarkan peraturan pemerintah yang mengakui agama-agama minoritas. Megawati memperbolehkan perayaan Imlek digelar lagi. Dan Presiden Yudhoyono menginstruksikan agar kantor catatan sipil dan instansi pemerintah lainnya tidak memperlakukan umat Konghucu secara berbeda dengan yang lain.
singkat untuk cover belakang buku --- Dalam Era Digital Meningkatkan Minat Baca dan Literasi di Indonesia Buku ini menawarkan pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan minat baca dan literasi di Indonesia. Berdasarkan hasil survei dari 61 negara, termasuk peringkat ke-60 dunia, penulis menunjukkan betapa pentingnya respons yang tepat dari pemerintah dan berbagai pihak. Analisis mendalam dilakukan terhadap upaya-upaya seperti Program Duta Baca Indonesia dan gerakan literasi sekolah, serta bagaimana penguasaan smartphone dapat mempengaruhi akses dan minat baca masyarakat. Buku ini juga menyajikan informasi tentang upaya-upaya lain yang dilakukan untuk mempromosikan literasi, termasuk program pengiriman buku gratis dan peningkatan akses digital melalui e-book. Dengan pendekatan yang komprehensif, buku ini menawarkan solusi praktis untuk membangun budaya baca yang lebih kuat di tanah air. --- Kesan yang diharapkan dari sinopsis ini adalah memberikan gambaran umum tentang isu-isu utama yang dibahas dalam buku, tanpa membebankan detail yang terlalu banyak pada cover belakang.
Unduh untuk perangkat lain: