SEPOTONG keraguan mendekam di benak banyak orang setelah Muhammad Abdul Rachman diangkat menjadi Jaksa Agung. Bukan kemampuan dan pengalamannya sebagai seorang jaksa yang menjadi soal. Tapi, orang meragukan nyali mantan jaksa muda bidang pidana umum itu untuk melakukan gebrakan dalam pemberantasan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Apalagi langkah itu hanya akan berhasil jika dia juga berani membersihkan praktek korupsi dan suap yang terjadi di tubuh kejaksaan sendiri.
### --- Di era digital, ketersediaan telepon genggam menjadi lebih powerful untuk mengakses e-book. Di cover belakang buku ini, penulis Menanti Keberanian Seorang Rachman mengungkapkan keprihatinan dan harapan terhadap penunjukan Muhammad Abdul Rachman sebagai Jaksa Agung. Meski kemampuan dan pengalaman Rachman dalam bidang hukum telah dipertahankan, banyak pihak yang meragukan keberanian beliau dalam melawan praktek KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme) di kejaksaan. Pada pengantar karya, Teten Masduki mengingatkan pentingnya literasi sebagai magic word dalam menilai kualitas pendidikan. Menyusul hasil survei yang menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara, pemerintah berusaha merespons dengan berbagai program, termasuk Duta Baca Indonesia dan gerakan literasi sekolah. Selain itu, berbagai upaya seperti program street library di Bandung dan pengembangan e-book oleh Pusat Data dan Analisa TEMPO ditekankan untuk meningkatkan minat baca dan literasi nasional. --- singkat ini mencerminkan konten dari bahan bacaan yang diberikan, menggambarkan situasi saat ini dalam peningkatan literasi dan akses e-book, serta tantangan yang dihadapi dalam mengakses informasi dan menekan praktek KKN.
Unduh untuk perangkat lain: