Kesuksesan Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya atau Andrew Mason pendiri Groupon sedikit-banyak mengilhami orang-orang muda Indonesia untuk mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi informasi atau apa yang populer dengan sebutan startup. Sebut saja, contohnya, Andre Darwis dengan Kaskus-nya atau Fajar Budiprasetyo dengan Koprol-nya. Kaskus dan Koprol bukan lagi perusahaan “anak kemarin sore”. Kaskus mendapat kucuran investasi dari Grup Djarum, dan Koprol diakuisisi oleh Yahoo! Inc. Sementara itu, ada ratusan startup lain yang marak bermunculan dalam dua tahun belakangan. Didirikan dan diawaki oleh orang-orang muda berusia 20- an tahun yang sangat melek teknologi informasi, hadir untuk memberi solusi atas berbagai persoalan keseharian yang 13 dihadapi, setidaknya oleh komunitas mereka. Ada yang menilai masih dibutuhkan dua hingga lima tahun bagi mereka untuk meretas jalan menjadi pebisnis dan perusahaan yang matang. Semoga iklimnya terus mendukung.
### Buku ini berfokus pada upaya-upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk meningkatkan literasi dan minat baca di Indonesia. Mulai dari gerakan literasi sekolah yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, hingga program-program seperti Duta Baca Indonesia yang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk memberikan layanan pengiriman buku gratis. Buku ini juga membahas pentingnya menyesuaikan konten bacaan dengan era digital, dengan fokus pada pengembangan e-book yang didesain khusus untuk smartphone. Penulis memaparkan berbagai inisiatif, termasuk program-program di Yogyakarta dan Bandung, serta tantangan dalam perpindahan media bacaan dari tercetak ke digital. Selain itu, buku ini juga mengupas tentang hukum perlindungan hak cipta, termasuk pidana yang diberikan bagi pelanggaran hak ekonomi pencipta. Buku ini merupakan upaya untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana Indonesia dapat memajukan literasi dan minat baca di era modern.
Unduh untuk perangkat lain: