Berawal dari insiden kantong belanja yang tertukar, Ersen bertemu dengan Adile, gadis periang yang mendalami lukisan aliran surealis. Setiap tiga hari, Adile mengunjungi Ersen di Kafe Velvet, tempat pria itu bekerja. Suatu ketika, Adile menjanjikan sebuah kejutan pada ulang tahun Ersen, tepat seminggu lagi. Ersen amat tak sabar dengan itu. Ia penasaran, kejutan seperti apa yang disiapkan Adile untuknya. Di hari ulang tahunnya, Ersen mendapatkan kejutan yang lain. Adile menghilang. Kenapa? Apa yang terjadi pada Adile? Begitulah tanya Ersen setiap hari. Rasa tanya itu menghantuinya, menuntut jawaban. Akankah Ersen mendapatkan jawaban dari segala tanyanya akan Adile?
singkat buku "Cafe Lovers" oleh Rosyidina Afifah Setelah pulang dari perjalanan penuh tantangan, Ersen merasa lega saat tiba di rumah mungil yang baru. Dengan konsep clean and simple, tempat tinggal ini dilengkapi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, ruang santai, open kitchen, dan akses internet. Warna putih pada tembok memberi kesan bersih, sementara furnitur minimalis membuat ruangan terasa lebih luas. Desain unik, dengan ukiran rumit pada beberapa sudut dan pemilihan lampu gantung seperti ballroom hotel, menambah keanggunan ruangan. Ersen merasa beruntung mendapatkan tempat tinggal ini berkat bantuan paman dan harga sewa yang lebih rendah.
Unduh untuk perangkat lain:
Bagus banget T_T Tapi sedih banget endingny, I always imagine Adile looking like Waguri from The fragrant flower blooms with dignity. I remember when they went to that tower(?) Watching the sky, but the ending got me rolling and bawling my eyes out, it's diabolical