Ada ungkapan dari salah satu penyair kenamaan di tanah air kita tercinta yang cukup unik dan menggelitik tentang puisi. Beliau berujar bahwa “lewat puisi aku akan selalu merasa tersesat walau berada di jalan yang benar karena yang susah bila merasa benar walau berada di jalan yang sesat”. Dari ungkapan di atas itulah mengapa buku ini kita hadirkan, kita kemas, dan kita suguhkan kepada khalayak pembaca. Penulis-penulis puisi dalam buku antologi ini ingin sekali selalu bercermin dengan kaca aksara, mengukur diri dengan panjang atau pendek kata-katanya sendiri dapat ditepati, dan menimbang logika dengan rasa. Buku ini diberi judul “Naik Kasta Dengan Pena” bukan tanpa filosofi yang melatarbelakangi. Sejarah memberikan goresan tinta emasnya untuk kita, betapa “kasta” para pendahulu sangatlah tinggi. Betapa tidak, lihatlah ada ulama yang menulis buku untuk hadiah putranya ketika ia memasuki usia pubertas, hari ini apa hadiahnya? Ya…HP baru, motor atau mobil baru dan lainnya, turun “kasta” memang. Maka melalui buku ini penulis-penulis mengajak untuk meneladani para pendahulu agar kita semua “naik kasta”.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.