“Tonight, we are young, so let set the world on the fire, we are brighter than the sun,” begitu kor para clubber yang dipimpin DJ Angger Dimas, Sabtu dinihari kemarin. Keluar dari meja tempatnya memutar lagu, Angger-yang mengenakan kaus abu-abu dengan inisial huruf A dan topi wol-maju ke depan panggung dan memimpin para penggila pesta untuk menyanyi bersama di Klub Prive, Jakarta.
Buku ini membahas fenomena literasi di era digital dan langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Mulai dari hasil survei yang menunjukkan kaitan antara tingkat literasi dengan kualitas pendidikan, hingga langkah-langkah praktis yang diimplementasikan di berbagai daerah di Indonesia. Negara dengan peringkat literasi tinggi seperti Finlandia menjadi contoh positif, menunjukkan bahwa literasi tinggi dapat berdampak pada kualitas pendidikan yang baik. Buku ini juga menyentuh isu hukum terkait hak cipta, yang merupakan bagian penting dalam pengelolaan dan perlindungan bahan bacaan. Berbagai program seperti Duta Baca Indonesia, gerakan literasi sekolah, dan program pengiriman buku gratis menjadi fokus utama, serta bagaimana pemanfaatan teknologi, terutama smartphone, mempengaruhi akses bacaan. Selain itu, di dalamnya juga disinggung tentang inisiatif-inisiatif lokal seperti GPMB di Yogyakarta dan program street library di Bandung. Buku ini mencerminkan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi literasi, dan masyarakat, untuk meningkatkan literasi dan minat baca di Indonesia. Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih mendukung literasi, terutama dengan memanfaatkan teknologi yang semakin maju.
Unduh untuk perangkat lain: