Muhary Wahyu Nurba masih ingat betul apa yang terjadi hampir empat dasawarsa lalu, saat ia pulang dari sekolah, menuju rumahnya di Pasar Terong, Makassar. Di pasar itu, di salah satu meja, terserak berbagai macam senjata tajam, lalu ada secarik kertas yang memberitahukan bahwa sebentar malam akan ada pertarungan penghabisan antara dua kelompok yang sudah lama bermusuhan. Pukul empat sore, ibunya dan juga semua orang di Pasar Terong menutup rumah rapat-rapat. Tak lama kemudian, mereka mendengar pertempuran dan jerit orang-orang terluka.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.