Keputusan KKSK memperpanjang masa pembayaran utang konglomerat telah menyulut kontroversi. Di antara menteri bahkan timbul perberbedaan pendapat. Bahwa konglomerat akan melunasi utang, hal itu sungguh sangat diragukan.
### Buku ini menggali masalah utang konglomerat yang memicu kontroversi di antara menteri dan pemerintah. Penyelenggaraan pembayaran utang konglomerat tersebut dinilai sangat diragukan, dan pemerintah Indonesia telah memberikan kelonggaran dalam pelunasan utang tersebut. Diskusi lanjut membahas peringkat literasi Indonesia dalam survei yang dilakukan John W. Miller, yang menunjukkan peringkat Indonesia berada di bawah negara-negara ASEAN. Meskipun hasil survei tersebut dapat dianggap sebagai bad news atau good news tergantung pada bagaimana pemerintah meresponsnya, penulis menunjukkan bahwa respons positif dapat mendorong perbaikan sistem pendidikan dan literasi di Indonesia. Buku ini juga menyentuh aspek hukum, khususnya tentang hak cipta dan pelanggarannya. Pasal-pasal dalam Undang-Undang Hak Cipta dijelaskan dengan detail, termasuk penjelasan tentang pelanggaran hak ekonomi dan konsekuensi hukumnya. Selain itu, sinopsis ini mencakup berbagai upaya pemerintah dan organisasi lain untuk meningkatkan literasi di Indonesia, seperti layanan pengiriman buku gratis dari Baca Indonesia, gerakan literasi sekolah yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI, dan program-program lain seperti GPMB di Yogyakarta dan street library di Bandung. Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan menghadapi perpindahan media bacaan dari tercetak ke digital. Buku ini merupakan pengkajian mendalam tentang literasi, utang konglomerat, dan upaya pemerintah untuk memajukan sistem pendidikan dan literasi di Indonesia, serta hukum yang berkaitan dengan hak cipta.
Unduh untuk perangkat lain: