Manakah yang lebih dulu muncul, agama atau budaya? Adakah agama yang muncul dari budaya, kepercayaan, atau tradisi? Jawabannya adalah “ada”. Di Indonesia, ada ratusan bahkan ribuan agama yang lahir dari budaya, tradisi, atau kepercayaan. Dan, agama yang oleh beberapa kalangan kadang tidak diakui keberadaannya ini, di Indonesia, Jawa khususnya, sering disebut sebagai aliran kebatinan. Tidak percaya? Baca saja buku ini. Di dalamnya akan dibahas secara detail aliran-aliran kebatinan, baik besar (banyak pengikutnya) maupun kecil. Selain membahas tentang sejarah kemunculan, pendiri, dan ajaran-ajarannya, buku ini juga memberi sejumlah bukti bahwa aliran tersebut masih eksis sampai saat ini, sebagai contoh aliran Hardopusoro dari Purworejo, Subud dari Semarang, Sumarah dari Yogyakarta, dan masih banyak lagi. Penasaran ingin mengetahuinya lebih lengkap? Segera miliki dan baca buku ini. Selamat membaca!
### Buku ini menjelajahi sejarah munculnya agama di dunia, terutama di Indonesia, dan membaginya menjadi dua kategori utama agama Samawi dan Thabi’i. Agama Samawi atau agama wahyu meliputi tiga agama besar Islam, Yahudi, dan Nasrani. Sedangkan agama Thabi’i, yang diterima melalui pengalaman pribadi, mencakup berbagai aliran kebatinan dan kepercayaan, seperti Hardapusara, SUBUD, Paguyuban Ngesti Tunggal, Sapta Dharma, Paguyuban Sumarah, Paguyuban Pran-Suh, Kapribaden, Paguyuban 7 Pdt. Dr. Jan S. Aritonang, Aliran Kejawen, Paguyuban Pambuka Das Sanga, Kejawen Maneges, Manunggal rasa sejati 8432/M-MADIUN, Aliran Kebatinan Perjalanan, Sunda Wiwitan, dan Parmalim. Penulis menekankan perbedaan antara aliran kebatinan dan agama dalam konteks hukum dan peraturan negara, serta bagaimana aliran kebatinan diakui atau tidak diakui sebagai agama. Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang berbagai aliran kebatinan di Indonesia dan bagaimana mereka telah berkembang sepanjang sejarah.
Unduh untuk perangkat lain: