“Dia pembunuh.” “Apa menurutmu aku tidak tahu itu?” kata Rose. “Demi Tuhan, apa maksudmu—” “Tidak ada yang bisa kauceritakan kepadaku.” “Dasar kau anak gila—menikahinya padahal tahu itu. Sebaiknya kau kubiarkan saja kalau begitu.” “Aku tidak keberatan,” sahut Rose. Rose—yang muda dan naif—tahu betul bahwa pemuda yang dicintainya telah membunuh. Tapi dia berusaha memakluminya, bukannya melapor kepada polisi. Dia pun tahu, pemuda itu menikahinya semata-mata demi menutupi perbuatan kriminalnya. Tidak lebih dari itu. Pemuda itu, Pinkie, ingin terus bebas seumur hidupnya. Barangkali, dia akan kembali membunuh orang yang dianggap menghalangi urusannya. Tidak akan ada yang tahu soal masa depan, bukan? Satu-satunya yang peduli betul dengan keselamatan Rose hanyalah Ida. Ida Arnold. Tapi, bagaimana caranya menyadarkan Rose akan bahaya yang berada begitu dekat dengannya?
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.