Bicaralah yang baik, atau diamlah! Kalimat ini tampak sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Lisan ibarat pedang bermata dua. Ia bisa membunuh tanpa harus melukai, melumpuhkan tanpa perlawanan fisik. Oleh sebab itu, jika kita tidak mampu mengendalikan lisan dengan baik, maka tajamnya akan melukai orang lain. Gara-gara tidak mampu menjaga lisan pula, banyak sekali di antara kita yang celaka. Maka, diam sajalah jika kita tidak bisa berkata-kata dengan baik. Namun, banyak pula orang yang mulia, dihormati, disegani, dan dipercaya karena mereka mampu mengendalikan bahaya lisan dengan berkata yang baik dan benar. Pertanyaannya, bagaimana cara berkata yang baik itu? Kapan kita harus memilih berbicara atau diam? Temukan jawabannya di dalam buku ini. Di dalamnya, dibahas secara gamblang tentang segala hal seputar kriteria berkata yang baik. Bahkan, uraian tentang cara berbicara yang baik dalam keadaan marah atau benci pun dikupas secara renyah di dalam buku ini. Nah, miliki buku motivatif ini, dan persiapkan diri Anda menjadi pribadi yang lebih baik, menarik, dan mengundang simpati dari orang lain. Selamat membaca!
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.