“Perumpamaan hati adalah seperti bulu yang tersangkut di pangkal pohon, kemudian angin menelungkupkan bagian atas menjadi bawahnya.” (HR. Ahmad) Begitu ringkihkah hati sehingga mudah dibolak-balikkan oleh berbagai pengaruh? Segampang itukah hati berubah? Lantas, apa yang bisa menjadikannya kokoh? Salah satunya adalah doa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami....”Namun, doa saja tidaklah cukup mumpuni untuk mengokohkan hati. Anda perlu memaknai doa tersebut dan mengejawantahkan dalam kehidupan. Selain itu, Anda perlu memahami karakteristik, kekuatan dan kelemahan hati, kemudian mengoptimalkan segala potensi hati Anda untuk menghadapi realitas hidup. Tanpa memahami seluk beluknya, hati akan tetap seperti bulu yang diterbangkan angin; tak tentu arah. Nah, buku ini menyuguhkan kepada Anda mengenai hati dan cara tepat memaknai doa meminta dikokohkan hati tersebut. Selamat membaca!
Berdamai dengan Hati menggali perjalanan hati manusia dari beragam aspek, mulai dari warna-warni sifat hati, laskar hati, hingga kondisi hati yang terawat dan yang tidak. Buku ini juga menyajikan perumpamaan hati dengan cermin, menjelaskan arti sebenarnya dari doa dan sebab hati bisa goyah. Selain itu, buku ini mencerminkan perubahan hati yang fluktuatif, seperti yang tergambarkan dalam lirik lagu Amnesia, yang menunjukkan bahwa keimanan dan kebaikan hati bisa berubah-ubah. Buku ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami dan menjaga hati agar selalu berada di jalur yang benar, sehingga bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.
Unduh untuk perangkat lain: