Apakah jadi petani bisa menjadi kaya? Inilah pertanyaan yang seharusnya tidak terlontar dari kita masyarakat negara agraris. Apabila kita sadari sejak awal bagaimana sebagian kebutuhan hidup kita terpenuhi dari petanian, kita tak akan meremehkan petani. Apalagi negara agraris telah menjadi identitas negara kita. Jadi, mengapa harus malu dengan identitas bangsa agraris bangsa ini? Sebaliknya, sebagai masyarakat negara agraris kita harus berbenah diri. Mari, kita jadikan bangsa ini besar salah satunya karena peran pertanian. Oleh karena itu, sebagai petani masa depan hendaknya kita memiliki visi lengkap, yaitu kombinasi antara pangan, hiburan, dan edukasi. Dengan demikian, menjadi petani tidak hanya untuk memenuhi isi perut, tetapi harus berinovasi sehingga generasi mendatang tidak malu menjadi petani. Selain itu, mengembangkan pertanian tidak harus menjadi petani murni. Kita juga dapat mengambil bagian sebagai wirausaha tani.
### Buku ini membahas tentang budi daya tanaman palawija, yang secara harfiah berarti "tanaman kedua" dan dapat didefinisikan sebagai tanaman yang ditanam setelah padi dalam sistem pertanian pola ganda. Tanaman palawija mencakup berbagai jenis seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Buku ini dibagi menjadi tiga bab utama bab pertama menjelaskan tentang jenis tanaman palawija dan syarat hidupnya; bab kedua membahas proses pembibitan dan pengolahan tanah; dan bab ketiga membahas pemeliharaan tanaman palawija, termasuk penyulaman, penjarangan, penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Buku ini juga menyediakan beberapa kiat sukses dalam budi daya tanaman palawija. Meskipun tidak menyertakan detail lengkap, buku ini memberikan pemahaman yang cukup tentang bagaimana petani dapat meningkatkan produktivitas mereka melalui budi daya tanaman palawija yang tepat.
Unduh untuk perangkat lain: