Berbeda dengan puisi tema lain yang kadang memiliki motif tertentu, entah itu politis maupun estetis, bagi saya puisi cinta—meminjam istilahnya Umbu Landu Paranggi—adalah puisi “zero referensi”. Puisi yang tak membutuhkan rujukan laiknya puisi dengan tema yang lebih spesifik. Begitu pun puisi bertema maut (dalam pengertian luas) yang menjadi bagian kedua di buku ini. Sebagaimana cinta yang dialami setiap orang, kita tahu maut juga demikian. Maut adalah bahasa universal. Secara teknis pengerjaannya tak jauh berbeda dengan puisi cinta. Cinta dan maut adalah dua getaran yang melahirkan dorongan begitu subtil dan menuntun tangan untuk menuliskannya. Keduanya berasal dari kebeningan hasrat. Cinta dan maut adalah sesuatu yang purba dan selalu beriringan. Kim Al Ghozali AM
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.