Setiap orang yang lahir dibekali sebuah skenario kehidupan oleh Tuhan. Kita hanya perlu menjalani kehidupan sesuai dengan skenario yang kita miliki. Apa yang kita alami dulu, saat ini, atau yang akan datang, sudah tertera dalam skenario tersebut. Kita tidak boleh menyesali yang sudah kita alami. Karena, Tuhan lebih mengetahui yang terbaik untuk kita. Jalani saja dengan ikhlas. Rin Aoki, seorang remaja berusia tujuh belas tahun. Tinggal di distrik Umeda, Osaka. Kepergian sang okaa-san ketika masih kecil, membuatnya berubah menjadi gadis pemurung, dingin, selalu menutup diri, dan sangat membenci musim gugur serta keramaian. Namun, sama halnya dengan batu yang bisa hancur jika terus-menerus terkena tetesan hujan, begitu juga kesedihan Rin Aoki. Akan ada satu titik di mana ia kembali menemukan kebahagiaan.
### Buku ini mengisahkan perjalanan sehari seorang gadis bernama Rin Akizakura. Cerita dimulai dengan Rin menemukan ponsel sang ayah, Otou-san, yang tersimpan di dalam mesin cuci. Pertemuan ini menunjukkan kehangatan hubungan antara Rin dan Otou-san, meski sang kakak, One-chan, tampak sedikit mengeluh karena harus bangun pagi. Seiring berjalannya hari, Rin kembali ke kamar dan memandang lanskap rumahnya. Hari pertama Maret menandai kemunculan daun-daun musim semi, yang mengingatkannya pada keindahan bunga di halaman rumah. Rin merasa sangat menyukai musim ini, yang menandai perubahan dalam suasana hatinya. Pagi itu, One-chan memanggil Rin untuk membantu menyusun boneka Hina Matsuri, perayaan tradisional Jepang yang diadakan di rumah mereka. Namun, ingatan bermusim pergi Okaa-san, ibunya yang meninggal ketika One-chan masih kecil, membuat Rin merasa sedih. Rin memikirkan mengapa mereka harus merayakan perayaan yang membuatnya merindukan Okaa-san. Ketika Rin mencari ponsel Otou-san, dia menemukan lagu yang membangkitkan ingatan tentang perayaan Hina Matsuri yang dahulu bahagia bersama Okaa-san dan One-chan. ini menunjukkan perjalanan Rin dalam memahami makna perayaan Hina Matsuri, dari kesejahteraan masa lalu menuju kesedihan yang dialaminya sekarang.
Unduh untuk perangkat lain: