Apakah takdir yang mempertemukan kami kembali? Pemuda itu sangat menarik bagiku. Berbeda sekali dengan pemuda-pemuda yang pernah menjadi kekasihku sebelumnya. Bercanda mereka sangat kelewat batas, dan sering membuatku sakit hati. Sedangkan pemuda itu, bercandanya sangat unik. Bahkan melakukan hal yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Denmark pada umumnya. Pasti bahagia menjadi kekasihnya. Sayang, dia masih setia dengan kekasihnya. Padahal mereka sudah lama sekali tidak bertemu! Ah! Aku ingin, sangat ingin menjadi kekasih pemuda itu. Bagaimanapun caranya…. Namaku Astilbe Valdemar. Inilah kisahku bersama seorang pemuda bermata toska.
Astilbe Valdemar, dikenal dengan julukan "mayat hidup" karena kelemahannya, mengalami hari yang penuh perjuangan. Dalam perjalanan pulang dari Universitas Kopenhagen, ia menemukan kursi panjang di luar rumahnya, tempat ia merenung dan merasakan kesepian. Di sana, ia ditemui oleh mantan kekasihnya yang melemparkan syal sebagai pertanda putus asa. Astilbe kemudian pulang ke rumah, menangis hampir setengah hari dan akhirnya pulang ke kota. Dalam perjalanan, Astilbe diperhatikan oleh pengendara lain yang menunggu perlahan-lahan. Novel ini menggali kedalaman perasaan Astilbe dan bagaimana dia menghadapi cobaan hidup, terutama setelah putusnya hubungan dengannya.
Unduh untuk perangkat lain: