Buku ini mendeskripsikan mengenai fenomena kekerasan dalam berpacaran yang semakin umum dijumpai di Indonesia. Fase berpacaran adalah sebuah fase krusial yang perlu dilewati oleh individu remaja dan individu dewasa muda sebelum memasuki fase kehidupan yang selanjutnya yaitu fase pernikahan dan kehidupan berumah tangga. Pada kebanyakan pemuda dan pemudi, fase ini dapat dilewati dengan baik dan dilalui tanpa ada masalah atau persoalan yang berarti. Namun, pada beberapa kasus, individu remaja dan dewasa muda dapat mengalami kekerasan dalam fase masa berpacaran ini. Kekerasan dapat terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, emosional, verbal, seksual, dan juga kekerasan ekonomi. Umumnya, kekerasan dalam berpacaran ini dialami oleh seorang perempuan dan kekerasan tersebut dilakukan oleh seorang laki-laki. Perempuan yang mengalami masalah kekerasan dalam berpacaran ini pada akhirnya dapat mengalami masalah-masalah psikologis yang serius seperti trauma, depresi, dan gangguan kecemasan yang kronis. Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya: Bab 1 Fenomena Kekerasan dalam Berpacaran di Indonesia Bab 2 Konsep Kekerasan dalam Berpacaran Bab 3 Cognitive Behavioral Therapy Bab 4 Partisipan Sebagai Korban Kekerasan dalam Pacaran (KDP) Bab 5 Penerapan CBT (PAR Tahap 1) Bab 6 Refleksi terhadap Intervensi CBT
### Buku ini mendalami fenomena kekerasan dalam berpacaran yang semakin umum dijumpai di Indonesia. Fase berpacaran merupakan fase krusial yang perlu dilewati oleh individu remaja dan individu dewasa muda sebelum memasuki fase kehidupan selanjutnya, yaitu fase pernikahan dan kehidupan berumah tangga. Fase ini biasanya dilewati dengan baik tanpa masalah, namun dalam beberapa kasus, individu remaja dan dewasa muda dapat mengalami kekerasan dalam berpacaran. Kekerasan dapat berupa kekerasan fisik, emosional, verbal, seksual, dan ekonomi, dan umumnya dialami oleh seorang perempuan dan dilakukan oleh seorang laki-laki. Buku ini menggali lebih dalam tentang konsep kekerasan dalam berpacaran, termasuk aspek-aspek psikologis dan sosio-ekonomi yang berperan. Penulis menekankan pentingnya pemahaman konsep berpacaran dan mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan dalam berpacaran. Selain itu, buku ini juga membahas proses pemulihan korban melalui Cognitive Behavioral Therapy (CBT), sebuah pendekatan terapi yang efektif dalam membantu korban kekerasan dalam berpacaran untuk pulih dan merestorasi kesehatan mental mereka. Tim penulis berharap buku ini dapat membantu para akademisi, dosen, mahasiswa, praktisi psikologi, pendidik, dan pemerhati dalam bidang pemberdayaan perempuan dan penanganan kasus kekerasan. Karya ini didedikasikan kepada semua partisipan perempuan penyintas kekerasan dalam masa berpacaran, yang telah memberikan masukan berharga dan keberanian dalam menceritakan kisah hidup mereka. Buku ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mencerdaskan dan memuliakan umat manusia, serta optimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pembaca dan dapat memotivasi mereka untuk terus positif dan antusias dalam menghadapi tantangan hidup.
Unduh untuk perangkat lain: