Buku ini menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas tentang Provinsi Papua.
### "Selayang Pandang Papua" Buku ini memberikan gambaran singkat namun mendalam tentang Provinsi Papua, yang merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia. Dengan beribu kota di Jayapura, Papua terletak pada posisi 0° 19'ā10° 45' Lintang Selatan dan 134° 45'ā141° 48' Bujur Timur. Wilayahnya yang luas menjadikan Papua sebagai provinsi dengan sejarah dan keanekaragaman alam yang kaya. Buku ini memaparkan sejarah Provinsi Papua, mulai dari letak geografis, lambang dan identitas daerah, hingga kenampakan alamnya, termasuk daratan dan perairan. Pengenalan terhadap sumber daya alam yang meliputi berbagai jenis dan pelestariannya juga menjadi bagian penting dari penulisan ini. Selain itu, buku ini juga menjelaskan tentang sumber daya manusia, termasuk suku bangsa, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan Papua. Buku ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah dan alam, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki Papua dan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya secara bijaksana. Sebagai sumber informasi yang berharga, buku ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang Provinsi Papua kepada masyarakat luas. Klaten, Januari 2009 Penulis iii Peta Provinsi Papua Beribu kota Jayapura, Papua terletak pada 0° 19'ā10° 45' Lintang Selatan dan 134° 45'ā141° 48' Bujur Timur, berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Papua Nugini. Provinsi ini dikenal dengan kekayaan alamnya, termasuk hutan hujan tropis, lebat, dan pesona bawah lautnya. Mumi nenek moyang suku-suku di Lembah Baliem juga menjadi bagian sejarah penting yang masih dapat dilihat hingga saat ini, menunjukkan kekayaan sejarah Provinsi Papua. Kondisi cuaca dan iklim di Provinsi Papua memiliki variasi besar, dengan curah hujan yang bervariasi dari 1.500 mm hingga 7.500 mm setahun dan temperatur rata-rata 26°Cā27°C. Kondisi ini mempengaruhi kehidupan alam dan masyarakat di wilayah tersebut. Sumber daya alam Papua sangat beragam, mulai dari tanah yang subur dan hutan hujan tropis yang melimpah, hingga potensi sumber daya manusia yang kaya. Potensi ini harus dikelola dengan bijaksana untuk mengejar ketertinggalan Papua dengan provinsi lain. Klaten, Januari 2009 Penulis
Unduh untuk perangkat lain: