Kehidupan demokrasi di Indonesia pascareformasi 1998semakin berkembang. Kesempatan dan kebebasan untukmengemukakan pendapat, memperjuangkan hak, mengkritik dan mengkritisi kebijakan pemerintah, lembaga ataupun instansi menjadi semakin terbuka lebar. Akan tetapi, sangat disayangkan apabila masyarakat memaknai demokrasi identik dengan demonstrasi. Apalagi demonstrasi yang menjurus pada anarkisme. Hal ini tentu akan berdampak pada kehidupan berbangsa dan bertanah air, norma-norma, nilai-nilai, dan maknaperjuangan bangsa akan semakin rapuh dan pudar. Salah satu upaya dalam rangka mengantisipasi hal ini diperlukan adanya pendidikan dan pemahaman yang tepat mengenai demokrasi dan demonstrasi pada generasi muda kita.Sebagai generasi muda kita tentu sering melihat, membaca,dan mendengar demo. Seiring berita korupsi, persoalan ekonomidan politik, juga kebijakan pemerintah yang dirasa merugikan masyarakat, generasi muda kita tumbuh dan berkembang sebagai calon pemimpin masa depan. Idealisme berbangsa dan bertanah air harus selalu ditumbuhkan. Persoalan benar-salah, baik-buruk,memerlukan kearifan tersendiri dalam menilai dan menyikapinya.
### "Mengapa Harus Demo?" Buku "Mengapa Harus Demo?" menggali berbagai aspek mengenai demonstrasi dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Buku ini memulai dengan definisi demonstrasi, menunjukkan bahwa istilah tersebut memiliki dua makna pernyataan protes massal atau unjuk rasa, serta peragaan lembaga atau kelompok tertentu. Bagian lebih lanjut dari buku ini menjelaskan bagaimana demonstrasi menjadi bagian dari kehidupan demokrasi di Indonesia, namun juga menyoroti potensi dampak negatifnya, terutama jika menjurus ke arah anarkisme. Buku ini juga menggali peran demonstrasi dalam wacana Islam, di mana demonstrasi disebut sebagai muzhoharoh, yaitu media dan sarana penyampaian gagasan atau ide-ide yang dianggap benar. Penulis menekankan pentingnya pendidikan dan pemahaman yang tepat mengenai demokrasi dan demonstrasi pada generasi muda untuk mencegah penurunan nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat. Buku ini tidak hanya menguraikan definisi dan makna demonstrasi, tetapi juga membahas berbagai aspek praktisnya, termasuk cara penyampaian pendapat secara lisan dan tulisan, serta beberapa tindakan lain yang dapat dilakukan. Selain itu, buku ini juga mencakup diskusi tentang pro dan kontra demonstrasi, sanksi yang mungkin diberikan, dan upaya penanganan demo tanpa kekerasan. Penulis menekankan pentingnya kritisitas dan kearifan dalam menilai dan menyikapi isu-isu yang berkaitan dengan demonstrasi. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pemahaman yang mendalam dan bermanfaat bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.
Unduh untuk perangkat lain: