Bila engkau menganggap Allah itu ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali kalau Dia menyulitkan kita. Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya. (Al-Hujwiri)
Buku ini menggali kembali pemikiran dan perjalanan Abdurrahman Wahid, lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur, melalui tulisan-tulisannya yang terbit dalam majalah Tempo pada dasawarsa 1970-an dan 1980-an. Tulisan-tulisannya ini mencerminkan berbagai aspek dari sosok Gus Dur, mulai dari perspektif pribadi hingga pandangannya tentang isu-isu kenegaraan, kebudayaan, dan keagamaan di Indonesia. Gus Dur dikenal dengan beberapa tindakan kontroversial yang membedakan pendapatnya dengan sebagian masyarakat, seperti menggabungkan aspek modern dengan tradisional, serta sikapnya yang tidak segan-segan mempertanyakan aspek keagamaan dan politik yang menimbulkan kekerasan. Buku ini juga mencoba menunjukkan sisi lain dari Gus Dur yang sering kali tertelan oleh dinamika politik dan kontroversi yang melanda masa akhirnya. Buku ini terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu 1. Bagian Pertama berisi sinopsis kritis dari pemikiran Islam, menjelaskan paradoks-paradoks yang terjadi di sekitar pemikiran Islam, perdebatan politik, sosial keagamaan, dan ideologi antarkelompok dalam konteks kebangsaan Indonesia. 2. Bagian Kedua membahas intensitas kebangsaan dan kebudayaan, sementara Bagian Ketiga mengupas lebih dalam tentang demokrasi, ideologi, dan politik. Karya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sosok dan pemikiran Gus Dur, serta mengajak pembaca untuk memikirkan kembali beberapa persoalan penting dalam konteks kebangsaan, kebudayaan, dan keagamaan Indonesia.
Unduh untuk perangkat lain: