Pada tahun 1970-an, sebuah kapal penyeberangan terombang-ambing di tengah Danau Toba. Kapal itu berencana menyeberang dari Parapat ke Tomok. Air danau yang sebelumnya tenang mendadak beringas, siap menelan kapal kayu dua lantai itu. Badai harus dihentikan. Jika tidak, mereka semua akan karam. Mata kapten kapal berhenti pada seorang perempuan. "Dia keturunan Sipanggoran," ujarnya. Perempuan Sipanggaron, terutama yang cantik, dipercaya akan dijadikan permaisuri oleh penunggu dasar Danau Toba. Badai akan datang untuk menjemputnya, membawanya ke dasar, jika ia berada di tengah Toba. Kapten membuat perempuan itu cacat demi menghentikan badai. Tiga puluh tahun kemudian, keturunan perempuan Sipanggaron itu kembali ke danau, mencari celah untuk membalas dendam.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.