Buku ini menceritakan jalan perubahan hidup seorang anak yang sikap dan perilakunya kurang baik. Dia suka mengolok-olok dan mengejek teman-temannya hingga mereka enggan dekat dengan si Tukang Bully itu. Bahkan, banyak yang takut padanya. Alhamdulillah, setelah dia dikirim untuk belajar di “suatu tempat”, attitude-nya berubah. Kehidupannya pun menjadi lebih baik dari sebelumnya. Nah, bagaimana si Tukang Bully jadi anak yang baik? Belajar di manakah dia sehingga berubah drastis? Tempat apakah itu? Kepo banget kan? Ya udah, biar gak penasaran, yuk baca aja buku ini.
### Buku ini mengisahkan Varnine Mailine, seorang siswa kelas 9A yang masih belajar daring dari rumah karena masih dalam tahap pandemi. Varnine adalah anak yang sering kali bercelut dengan orang tuanya dan kurang mendapat pendampingan dalam menggunakan media sosial. Belajar daring membuat tugas Varnine menumpuk, dan ia sering menghabiskan waktu bermain gadget. Setelah sekolahnya mengumumkan bahwa pelajar harus vaksin untuk dapat kembali ke sekolah, Varnine menolak. Proses vaksinasi membutuhkan waktu, dan ia harus menunggu gilirannya. Pada satu hari, Varnine dan kakaknya, Revine, akhirnya mendapatkan giliran vaksin. Sedangkan Revine pulang bersama sopirnya, Varnine memilih untuk menyetir sendiri walaupun belum cukup umur. Saat dalam perjalanan, Varnine mengalami kecelakaan kecil yang mengakibatkan dirinya harus berjalan pincang. Kisah ini juga menyentuh topik tentang pentingnya vaksinasi dalam masyarakat, serta pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja. Varnine akhirnya memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan pentingnya vaksinasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.
Unduh untuk perangkat lain: