Pada usia lima tahun ia menemukan tahilalat di alis ibunya, terlindung bulu-bulu hitam lembut, seperti cinta yang betah berjaga di tempat yang tak diketahui mata. Kadang tahilalat itu memancarkan cahaya selagi si ibu lelap tidurnya. Dengan girang ia mengecupnya: “Selamat malam, kunang-kunangku.” Ketika ia beranjak remaja dan beban hidup bertambah berat saja, tahilalat itu hijrah ke tengkuk ibunya, tertutup rambut yang mulai layu, seperti doa yang merapalkan diri di tempat yang hanya diketahui hati.
Unduh untuk perangkat lain:
Jadilah yang pertama memberikan ulasan!
Bukunya bagus banget!
Lorem ipsum dolor, sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquam nulla iusto repellat qui, soluta laborum deserunt quis veritatis reprehenderit sint assumenda natus officiis! Nesciunt nisi eius rem dolor placeat consectetur.
Isinya daging semua cuy! Recomended.