Di Athena, pada Abad Ketiga Sebelum Masehi, kesadaran dalam berkehidupan mencapai titik tertinggi. Benak para penduduknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana cara kerja alam semesta? Apa yang nyata? Bagaimana bisa manusia ada di tengah kosmos? Kehidupan yang baik itu apa? Apa itu kehidupan yang berbahagia? Apakah kedua hal itu β βbaikβ dan βbahagiaβ β saling berselaras atau bertentangan? Apa peran para dewa dalam semua ini? Di meja Taman Epikuros, kaum wanita dan pria mendengarkan Sang Master dengan saksama. Mereka semua sepakat bahwa Epikuros adalah guru terbaik yang pernah ada. Dia telah memikirkan filsafatnya masak-masak, fokus pada diskusinya dengan sesama. Dia menyambut pertanyaan para muridnya, sabar dengan kesalahpahaman mereka, dan menolerir pandangan yang berbeda. Terlepas dari fisiknya yang jelas tampak lemah, kebahagiaannya menjalani hidup tercermin dan menular. Orang lain merasa bersukacita hanya karena berada di dekatnya. Singkatnya, Epikuros memiliki segala hal yang pada zaman sekarang kita pertimbangkan sebagai karakter seorang guru motivator diri yang berkarisma. Untuk sesaat, manusia Abad Ke-21 mungkin menolak adanya seorang pria yang menganggap dirinya guru, dan mengajari murid-muridnya, termasuk kita, tentang cara untuk menjalani hidup. Namun, saya berpegang pada satu alasan bahwa Epikuros mungkin saja memang benar.
Di Athena, abad ketiga SM, titik puncak kesadaran berkehidupan dicapai. Buku ini menggali pemikiran Epikurus tentang kebahagiaan, yang mencerminkan corak Buddha. Epikurus menganggap kebahagiaan sebagai kedamaian, mencapai ini dengan mengesampingkan ambisi duniawi. Dia menegaskan bahwa harta tidak bisa memuaskan, dan bahkan kenikmatan bisa berujung penderitaan. Diskusi di Taman Epikurus menunjukkan keharusan meraih kebahagiaan melalui kemerdekaan dari ketakutan alam dan dewa. Ide-ide Epikurus terpengaruh oleh pemikiran Democritus, Pyrrho, dan terutama Buddhisme yang mereka temukan di India. Buku ini memberikan wawasan mendalam tentang pandangan Epikurus tentang kebahagiaan, etika, dan kehidupan.
Unduh untuk perangkat lain: