Diplomasi dengan bangsa lain dilakukan untuk tujuan memajukan dan melindungi kepentingan nasional. Dalam situasi seperti sekarang ini, negara kita harus lebih mengefektifkan upaya-upaya diplomasi dengan bangsa lain. Dengan demikian, tujuan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, makmur, dan damai dapat tercapai. Buku ini mencoba mengulas tentang politik luar negeri Indonesia khususnya di bidang diplomasi.
Buku ini mengulas tentang politik luar negeri Indonesia, khususnya di bidang diplomasi, sejak kemerdekaan hingga masa Reformasi. Pembahasan dimulai dengan definisi diplomasi dan landasan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta netralitas dalam situasi perang dingin setelah Perang Dunia II. Bab pertama, "Diplomasi Masa Reformasi," membahas sejumlah peristiwa diplomatik, termasuk Timor Timur merdeka, KTT Asia Afrika 2005, dan Konferensi Perubahan Iklim. Bab berikutnya, "Diplomasi Masa Pemerintahan Orde Lama," memaparkan diplomatika pada masa demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin. Bab terakhir, "Diplomasi Masa Pemerintahan Orde Baru," menjelaskan langkah-langkah awal politik luar negeri Orde Baru, termasuk pembentukan ASEAN dan integrasi Timor Timur. Buku ini menekankan pentingnya diplomasi dalam mencapai masyarakat yang sejahtera, makmur, dan damai, serta bergantung pada rencana menyeluruh yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman.
Unduh untuk perangkat lain: