Ciki, Beki, dan Toki tinggal di pekarangan Pak Jodi. Mereka hidup rukun. Datang sepasang kelinci penghuni baru pekarangan. Kelinci itu bernama Kiki dan Cici. Awalnya warga pekarangan berteman baik. Namun, semakin lama Kiki semakin sombong. Suatu hari Kiki mengumpulkan warga pekarangan. Kiki ingin menjadi raja pekarangan. Ciki dan teman-teman sangat terkejut. Namun, suatu peristiwa menyadarkan Kiki. Akhirnya, Kiki tidak sombong lagi. Bagaimana cara menyadarkan Kiki dari kesombongannya? Apa yang akan dilakukan Ciki dan teman-teman? Yuk, simak cerita selengkapnya dalam buku ini.
### Buku ini bercerita tentang peristiwa di pekarangan tempat tinggal Ciki, Beki, dan Toki. Ciki baru saja pindah ke pekarangan tersebut dan ingin menjadi raja di antara teman-temannya. Namun, Ciki terlalu sombong dan tidak mau menghargai orang lain, sehingga pertemuan dengan teman baru, Kodi, yang tinggal di pohon, menjadi peluang untuk mengajarkan Ciki dan rekan-rekannya tentang pentingnya bersikap baik. Ciki, Beki, dan Toki mengadakan pertandingan meloncat untuk menentukan raja. Ciki memenangkan pertandingan, namun ia mulai menyombongkan diri. Kodi, yang meloncat jauh lebih jauh, meraih kemenangan dan menjadi raja. Peristiwa ini membuat Ciki merasa malu dan meminta maaf kepada teman-temannya. Setelah itu, Ciki, Beki, dan Toki menanti kedatangan Pak Jodi yang membawa kandang untuk kelinci. Pertemuan dengan kelinci-kelinci baru menjadi peluang bagi Ciki, Beki, dan Toki untuk belajar kelincahan dan menjadi lebih baik. ini menggambarkan perjalanan Ciki dan rekan-rekannya dalam belajar bersikap baik dan menghargai orang lain.
Unduh untuk perangkat lain: